July 24, 2009

time layers.

(theme songs: Coldplay - Viva La Vida..ya ampun saya bener2 kangen Bandung gara2 dengerin ini)

jadi saya pernah yman dengan temen saya, senior, cowok, sebut aja si A. orangnya sangar dan rese. haha.
eh taunya ngobrolin mantan pacar.

trus sampe pada inti pembicaraan, apa kita akan ngerasa sedih kalo berpisah.
terus, A ini bilang dia ga pernah sedih.
soalnya dia inget kata Pak Prim.

(Pak Primadi, dosen saya yang udah senior banget di kampus, beken dengan teorinya tentang Ruang Waktu Datar..bisa dilihat di sini:)

5.1. Sistem NPM dan RWD

Dalam penelitian ini ditemukan apa yang penulis sebut sistem menggambar RWD (ruang waktu datar) yang berbeda dengan sistem barat yang sangat berpengaruh dalam seni rupa, yaitu sistem NPM (naturalis perspektip momenopname). Seni rupa tradisi Indonesia sebenarnya tak pernah dekat dengan sistem NPM. Sistem NPM adalah sistem menggambar yang menghasilkan gambar deskriptip yang mencandera apa yang digambar seperti apa adanya.

Sistem NPM menggambarkan dari satu tempat / arah / waktu (”ceklik” seperti membuat foto). Apa yang digambar di”abadi”kan jadi sebuah adegan yang berupa gambar mati (still picture), dimana gambar di”penjara”kan dalam sebuah bingkai (frame).

Seni rupa tradisi kita lebih dekat dengan sistem RWD yang mencandera dengan stilasi apa yang digambar, dan mampu bercerita tentangnya, seperti yang dilakukan bahasa-kata, tari, drama yang bermatra waktu. Sistam RWD menggambar dari aneka tempat / arah / waktu. Gambar yang dihasilkan berupa sekuen (bukan still picture) yang bisa terdiri dari beberapa adegan, dan gambar tidak di”penjara” dalam frame, tapi “bergerak” dalam ruang dan waktu.

Oleh sebab itu tidak mengherankan bila bahasa rupa tradisi yang RWD itu “filmis” sifatnya karena bermatra waktu, berbeda dengan NPM yang “statis” karena tidak bermatra waktu.


tapi ya saya ga akan ngobrolin ttg RWD ato NPM ato materi kuliah saya, karena ada yang menarik disini.


menurut temen saya itu, waktu itu cuma lapisan.
lapisan?



jadi ya, bayangkan misalnya kamu dan pacar kamu sering ke taman berdua,






lalu putus.



ketika kamu ke taman itu lagi, yeah kamu mungkin terlihat sendirian.
tapi....
sebenernya nggak!!




karena,
si mantan pacar kamu itu ada disitu.
di lapisan waktu yang lain.



(temen saya itu kalo inget dengan mantan pacarnya suka duduk sendirian di tempat yang dulu suka didatengin berdua, kebetulan lapangan miring SR.)

begitu pun dengan orang orang yang lain.
bisa di pasar, di supermarket, kampus.
sebenernya banyak orang yang ada di sekitar kita, tapi cuma beda lapisan waktu aja.

anjis, pas denger teori itu perasaan saya langsung jadi..hmmm sedih.
rasanya tertohok hehe.

saya sering ngeluh kok saya sendirian gini trus kenapa saya ga punya ini ga punya itu bla bla.
taunya jawabannya sesimpel itu.

kita ga pernah sendirian.
cuma masalah lapisan waktunya aja.




we're never alone my dear.







6 comments:

Resatio Adi Putra said...

i like!

diani. said...

thanks tio ;D
tos dulu dongg.

Pury said...

serem loh.tp lebih menenangkan sih.

elfitramercredi said...

EEEHHH merindingg!!! *buka lagi buku pak prim itu..*

ganyangka bisa diterapin sama kejadian sehari2..

sanur sukur said...

weeiis keren nih....tulisannya dalem banget.....salam kenal yaa sanur sukur

sartom suka menggambar said...

wahh.. bener bgt.
waktu masih tpb, saya pernah pacaran sama anak teknik. ditemenin ngegambar pohon di lapangan cinta. setiap lewat jadi BT sekarang. Gambarnya cuma dapet 50 lagi. huhuhu

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...